Pengembangan Energi

 

Indonesia telah terkenal dengan berbagai sumber energi, baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan. Energi yang terbarukan, misalnya : air (hydro power), panas bumi (geothermal), angin (winds), dan gelombang laut (tides). Sedangkan energi yang tak terbarukan, seperti minyak (oil), gas, dan batubara (coal).

 

Kondisi umum penggunaan energi saat ini masih tergantung kepada minyak bumi, dimana permintaan terhadap minyak bumi mengalami peningkatan dengan pertumbuhan 7 % per tahun. Untuk sektor pembangkit listrik, permintaan akan listrik diperkirakan akan meningkat sebesar 7,1 % per tahun sehingga diperlukan peningkatan kapasitas pembangkit listrik. Sementara itu pembangkit lisrik yang berasal dari energi yang terbarukan ditargetkan sebesar 5% dari total kapasitas pembangkit listrik nasional. Target ini dapat dicapai apabila penambahan pembangkit yang berasal dari energi yang terbarukan menjadi prioritas dalam pembangunan pembangkit listrik. Sedangkan data Departemen ESDM menunjukkan bahwa total kapasitas terpasang pembangkit listrik baru mencapai 30 GW dengan rasio elektrifikasi 64 %. Kondisi tersebut menjadi terkesan kurang efisien dan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) belum optimal sehingga program diversifikasi dan konservasi energi yang efektif menjadi sebuah keharusan.

 

Beberapa Program Pemerintah untuk diversifikasi dan konservasi energi adalah:

  • Konversi minyak tanah ke LPG,
  • Pengembangan bahan bakar nabati (BBN),
  • Peningkatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan lainnya di semua sektor,
  • Pemanfaatan batubara melalui program percepatan pembangunan PLTU 10.000 MW.

KWARSA HEXAGON telah banyak berperan dalam menjawab tantangan pengembangan energi di Indonesia, khususnya jasa konsultansi studi kelayakan, desain enjinering dan supervisi konstruksi berbagai jenis pembangkit tenaga listrik, termasuk berbagai studi dan pendampingan pelaksanaan program konservasi dan diversifikasi energi.

 

KWARSA HEXAGON bekerjasama dengan berbagai pihak di dalam maupun luar negeri mengidentifikasi tantangan-tantangan dan peluang-peluang usaha yang kritis dan strategis serta mengembangkan solusi-solusi yang efektif dan praktis dalam pengembangan energi dan pembangkitan, antara lain melalui jasa:

  • EPC (Engineering, Procurement and Construction) Pembangkit dan Jaringan Transmisi,
  • Studi Kelayakan dan Basic Design Pembangkit dan Jaringan Transmisi,
  • Desain Enjinering Pembangkit dan Jaringan Transmisi/ Distribusi,
  • Supervisi Konstruksi Pembangkit dan Jaringan Transmisi/ Distribusi,
  • Quality Assurance/ Quality Control (QA/QC) Pembangunan Pembangkit dan Jaringan Transmisi

Bermodal pengalaman, keberhasilan dan jaringan yang luas dalam sektor energi dan pembangkitan menjadi jaminan bahwa KWARSA HEXAGON adalah pilihan mitra usaha yang tepat.