Studi Lingkungan

 


Sebagai salah satu negara dengan kekayaan dan keragaman alam serta budaya yang luar biasa, patutlah kalau Indonesia dikatakan sebagai negara mega-biodiversity. Indonesia memiliki 42 ekosistem darat, 5 ekosistem yang khas dan mempunyai 81.000 km garis pantai. Luas ekosistem mangrove di Indonesia mencakup sekitar 22% dari seluruh luas mangrove di dunia. Dari segi keanekaragaman zoology, Indonesia memiliki 17% seluruh spesies di dunia, 12% mamalia di dunia, 15% amphibi dan reptil, 17% burung dan 37% ikan (The Nature Conservacy, 2005).

 

Pada sisi lain, Indonesia adalah Negara berkembang yang sedang melaksanakan pembangunan pada berbagai bidang kehidupan, sehingga terlestarikannya fungsi lingkungan hidup yang menjadi tumpuan pembangunan yang berkelanjutan menjadi kepentingan seluruh masyarakat. Usaha dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan akan mengubah rona lingkungan hidup yang pada gilirannya akan menimbulkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungannya. Salah satu tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kerusakan lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.

 

KWARSA HEXAGON mempunyai keinginan yang tulus untuk mewariskan kondisi lingkungan alami yang baik dan dapat dimanfaatkan oleh generasi penerus serta turut berperan aktif dalam serangkaian kegiatan kajian lingkungan. Salah satu bentuk peran aktif tersebut adalah membantu mewujudkan pembangunan berkelanjutan (Suistainable Development) yang berwawasan lingkungan melalui serangkaian kegiatan dalam bentuk Penyusunan Studi Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), Studi Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL UPL), Pemantauan Lingkungan, Audit Lingkungan dan Konservasi Lingkungan.

 

Dengan didukung Tenaga Ahli berpengalaman dan bersertifikat keahlian serta sumber daya pendukung yang sangat memadai, KWARSA HEXAGON telah membuktikan diri dapat menyelesaikan berbagai Studi Lingkungan pada berbagi Proyek Strategis baik dari Pemerintah, Swasta Nasional maupun Internasional yang berlokasi hampir di seluruh Indonsia dengan hasil prima, diantaranya adalah :

  • Penyusunan Studi AMDAL Jalan Tol dan Jalan Provinsi/ Kabupaten,
  • Penyusunan Studi AMDAL Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG),
  • Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA),
  • Penyusunan Studi AMDAL Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 KV,
  • Penyusunan Studi AMDAL Kabel Bawah Tanah (Underground Cable) 500 kV,
  • Penyusunan Studi AMDAL Bendungan dan Waduk,
  • Penyusunan Studi AMDAL Bidang Industri dan Pembangunan Gedung,
  • Penyusunan Studi UKL – UPL Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV,
  • Penyusunan Studi UKL – UPL FLY OVER, ON RAMP – OF RAMP, Rest Area Jalan TOL,
  • Pemantauan Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG),
  • Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA),
  • Studi Lingkungan Revitalisasi Bangunan dan Studi Lingkungan lainnya,

Kegiatan-kegiatan tersebut merekomendasikan berbagai langkah tindak lanjut yang menjadi acuan bagi para Pemrakarsa, Masyarakat serta pihak-pihak terkait dalam membuat program pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

Dengan demikian KWARSA HEXAGON sangat patut untuk menjadi mitra strategis dalam setiap perencanaan di berbagai sektor kegiatan pembangunan yang berwawasan lingkungan.