Kelautan & Perikanan

 


Keterlibatan KWARSA HEXAGON dalam proyek-proyek CDM dengan tetap menjaga semangat MDGs, telah banyak membantu kesuksesan program dunia dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup dunia sehingga dapat diwariskan kepada generasi penerus.

 

Indonesia memiliki wilayah lautan mencapai luas 5,8 juta km2 atau mendekati 70% dari luas keseluruhan wilayah negara Indonesia. Begitu banyak yang dapat dimanfaatkan dari perairan di wilayah Indonesia ini sehingga pembangunan dan pengembangan kelautan dapat terus ditingkatkan.

 

Potensi sumberdaya kelautan dan perikanan di Indonesia yang sebenarnya menjanjikan kesejahteraan bagi rakyat ini pada kenyataannya kontradiktif dengan kondisi nelayan Indonesia yang pada umumnya miskin. Kondisi seperti ini menggambarkan bahwa potensi sumberdaya kelautan dan perikanan di Indonesia sebenarnya melimpah tetapi hingga kini belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal dan belum memberikan konstribusi yang signifikan terhadap pembangunan bangsa secara keseluruhan. Untuk itu perlu dilakukan upaya pengembangan pengelolaan kemitraan antara pemerintah dan nelayan lokal, yaitu masyarakat pesisir pantai sebagai ujung tombak industri kelautan dan perikanan.

 

Secara umum penyebab kemiskinan masyarakat kelautan dan perikanan adalah sebagai berikut:

  1. Rendahnya kualitas sumberdaya manusia;
  2. Lemahnya pemanfaatan teknologi di bidang kelautan dan perikanan;
  3. Jaringan pemasaran yang sempit;
  4. Kesulitan dalam mengakses permodalan.

Mengacu pada salah satu amanat Millenium Development Goals (MDGs) yaitu memberantas kemiskinan, maka pemerintah mulai tahun 2005 mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri sebagai wadah program-program pemberdayaan yang tersebar di berbagai instansi yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. PNPM Mandiri secara umum bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri. Dalam pelaksanaannya, program ini berjalan dengan menggunakan 2 (dua) prinsip, yaitu;

  1. enpowerment (pemberdayaan)
  2. entrepeneurship (kewirausahaan)

Program ini selain membangun kesadaran masyarakat untuk mandiri dengan memfasilitasi peningkatan kapasitas masyarakat, juga membangun mentalitas masyarakat yang mandiri serta mengurangi ketergantungan pada bantuan pemerintah.


KWARSA HEXAGON selalu siap menjalani kegiatan yang sesuai dengan tujuan PNPM Mandiri, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), yaitu melakukan pemberdayaan yang merupakan integrasi pemberdayaan pada masing-masing eselon satu dalam wadah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM Mandiri-KP). Dengan ruang lingkup sebagai berikut;

  1. Perikanan Budidaya;
  2. Perikanan Tangkap;
  3. Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan;
  4. Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan;
  5. Pengelolaan Sumberdaya Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;
  6. Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan.

KWARSA HEXAGON akan terus mengupayakan revitalisasi kelautan dan perikanan serta mendukung program minapolitan, yaitu konsep pengembangan sentra ekonomi kerakyatan berbasis kelautan. Pembangunan pelabuhan besar di kawasan minapolitan akan merupakan tindakan akomodif yang dilakukan bersama-sama dengan Tata Ruang Daerah Lumbung Pangan Nasional (foodstate) Indonesia. Serangkaian kegiatan ini merupakan upaya mendukung Indonesia sebagai Negara Maritim, menjadi negara penghasil ikan terbesar skala dunia. Penetapan kawasan konservasi perairan merupakan salah satu upaya konservasi ekosistem yang dilakukan terhadap semua tipe ekosistem, termasuk ekosistem pesisir. Penetapan kawasan konservasi melalui pengaturan zonasi merupakan upaya dalam memenuhi hak masyarakat, khususnya nelayan. Dalam pengelolaan kawasan konservasi, masyarakat diberikan ruang pemanfaatan untuk perikanan (zona perikanan berkelanjutan, zona pemanfaatan maupun zona lainnya), seperti untuk pembudidayaan ikan dan penangkapan ikan yang ramah lingkungan maupun kegiatan pariwisata bahari.

 

Konservasi bukan hanya menjadi tuntutan yang wajib dipenuhi dalam upaya untuk mewujudkan harmonisasi hubungan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan upaya dalam melestarikan sumberdaya untuk kelangsungan hidup manusia. Pengelolaan kawasan konservasi perairan ini merupakan bentuk pengelolaan kolaboratif-entegratif dengan sistem zonasi. Konservasi merupakan satu mata rantai yang penting dalam sistem tata kelola kelautan dan perikanan yang mendukung upaya pencapaian visi dan misi Kementerian Kelautan dan Perikanan.

 

Perairan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian, pendidikan, aktivitas perikanan budidaya dan tangkap yang ramah lingkungan, ekotourisme dan kegiatan lain yang mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis konservasi.

 

Dengan melakukan monitoring, koordinasi, evaluasi dan pembinaan pengelolaan kawasan konservasi perairan serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat kawasan konservasi perairan KWARSA HEXAGON turut andil dalam membangun kondisi kelautan dan perikanan berkelanjutan di samping pengembangan pariwisata bahari