Permukiman & Prasarana Wilayah

 


Memasuki era millenium, KWARSA HEXAGON turut berperan aktif dalam menyukseskan Deklarasi Millenium (ditandatangani di New York, 2000) yang dirancang untuk merespon isu-isu dunia saat ini, terutama komitmen untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan. Program internasional dengan beberapa tujuan dan target ini kemudian dikenal dengan sebutan MDGs (Millennium Development Goals) dimana KWARSA HEXAGON turut berperan serta di bidang pelestarian lingkungan dan pengentasan kemiskinan.

 

Beragam kebijakan dan program yang diterapkan untuk dapat mengakselerasi pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan, dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) pendekatan, yaitu:

  • Pertama, program peningkatan masyarakat dan lingkungan miskin dengan target memperbaiki serta melengkapi fasilitas wilayah miskin demi tercapainya pembenahan kesejahteraan masyarakat.
  • Kedua, program dan kebijakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masing-masing individu miskin atau rumah tangga.

Penerapan program pemberdayaan bagi masyarakat menjadi sangat penting. Dua diantaranya dinamakan Program Pengentasan Kemiskinan Perkotaan (Urban Poverty Programme/UPP) dan Program Pengembangan Kecamatan (Kecamatan Development Programme/KDP), dianggap sebagai contoh sukses dalam pemberdayaan masyarakat baik di daerah perdesaan maupun perkotaan.

Terdapat pula program-program berbasis masyarakat lainnya yang berhubungan dengan prioritas atau sasaran kawasan seperti National Community Empowerment Programme (PNPM Mandiri). Program tersebut memiliki niat untuk menjadi payung kebijakan yang menggabungkan seluruh program berbasis masyarakat. Penggabungan ini diharapkan menuju pada program penurunan tingkat kemiskinan yang efisien dan efektif, khususnya yang menggunakan pendekatan Community Driven Development (CDD).

 

Program-program tersebut menjadi pemersatu upaya membangun kapasitas pemerintah daerah dalam mengatur kebijakan pro-miskin dan program lain demi menjamin kesinambungan proses pemberdayaan masyarakat dalam rangka menyukseskan MDGs.

 

Pada bidang Persampahan, saat ini Pemerintah berupaya mengantisipasi perubahan iklim (urban climate change) akibat peningkatan emisi CH4 dan CO2 di atmosfir. Salah satu kegiatan yang diupayakan dalam rangka menurunkan kadar CH4 dan CO2 adalah Mekanisme Pembangunan Bersih/ Clean Development Mechanism (CDM)..

 

Seperti yang tercantum dalam Protocol Kyoto, negara-negara maju bertanggungjawab terhadap penurunan emisi gas rumah kaca melalui proyek Clean Development Mechanism (CDM) yang diterapkan di negara berkembang. Peluang Indonesia untuk berpartisipasi dalam mereduksi emisi gas rumah kaca dan ikut serta dalam perdagangan karbon terbuka lebar. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan salah satu peluang untuk implementasi proyek CDM, dimana TPA sampah akan mengeluarkan gas metana (CH4) dan sebagai hasil proses dekomposisi sampah secara anaerobik, akan terurai menjadi karbondioksida (CO2).

 

Pada bidang Air Minum, sesuai kriteria MDGs, diharapkan pada tahun 2025 tingkat akses terhadap air minum aman dan dapat mencapai 80% atau sekitar
196 juta jiwa, dengan sistem perpipaan sebesar 60% dan non perpipaan terlindungi sebesar 20% Pendekatan dan strategi yang dilakukan untuk mencapai target MDGs adalah melalui;

  • Peningkatan cakupan pelayanan dan kualitas air minum bagi seluruh masyarakat Indonesia.
  • Pengembangan pendanaan untuk penyelenggaraan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dari berbagai sumber optimal.
  • Pengembangan kelembagaan.
  • Peningkatan penyediaan air baku secara berkelanjutan.
  • Peningkatan peran dan kemitraan dunia usaha.

KWARSA HEXAGON turut berperan aktif pada proyek-proyek CDM. Dengan didukung tenaga ahli yang kompetitif dan dapat diandalkan, kami telah menghasilkan output berupa usulan, evaluasi dan rancangan teknis terbaik yang selalu mengacu pada MDGs dan berhasil melakukan perencanaan, pengendalian, koordinasi dan pengawasan kegiatan pekerjaan fisik yang menyangkut aspek mutu, waktu serta biaya.

 

Beberapa bentuk layanan yang telah dan siap kami berikan dalam rangka menyukseskan MDGs, antara lain;

  • Studi Kelayakan Mekanisme Pembangunan Bersih (CDM) bidang Persampahan.
  • Detail Disain dan Supervisi Konstruksi Persampahan dan Limbah.
  • Studi Ketersediaan Air Minum dan kebijakan terkait.
  • Detail Disain dan Supervisi Konstruksi Penyediaan Air Baku dan Air Minum.
  • Peningkatan Kesehatan Masyarakat melalui Peningkatan Akses Masyarakat menuju Air Bersih dan Sanitasi.